Tifa Tour Medan



Dinamika Syi'ar Islam di Korea Selatan Tifa Tour Medan

Awal Masuknya Islam

Kehadiran Islam dapat diverifikasi di Korea berawal dari abad ke-9 selama periode Silla Bersatu, bersama dengan datangnya para pedagang dan navigator asal Persia dan Arab.

Menurut geografer di kalangan muslim, termasuk Ibnu Khurdadhbih (seorang penjelajah dan ahli geografi muslim Persia abad ke-9), bahwa banyak dari mereka yang tinggal menetap di Korea, dan membangun pemukiman muslim. Beberapa catatan menunjukkan bahwa banyak dari pemukim berasal dari Irak. Pada gilirannya, mereka pun menikah dengan wanita Korea.

Hubungan perdagangan antara dunia

Islam dan semenanjung Korea dilanjutkan oleh Kerajaan Goryeo sampai pada abad ke-15 Masehi. Akibatnya, sejumlah pedagang Muslim dari Timur Dekat dan Asia Tengah menetap di Korea, menikah dan berketurunan di sana. Setidaknya, satu klan utama Korea, keluarga Chang yang menetap di desa Toksu mengklaim bahwa keturunannya berasal dari keluarga Muslim. Beberapa Muslim Hui dari Cina juga tampaknya telah tinggal di Kerajaan Goryeo.

Pada 1154 Masehi, Korea termasuk dalam peta dunia seorang geografer Arab, Muhammad al-Idrisi, Tabula Rogeriana. Peta tertua dunia Korea, Kangnido, menarik pengetahuan dari Kawasan Barat dari karya geografi Islam. Kontak kecil dengan masyarakat mayoritas Muslim, khususnya Uighur, berjalan terus dan semakin dekat.

Satu kata untuk Islam dalam bahasa Korea, Hoegyo berasal dari Huihe nama bahasa Tionghoa tua untuk Uighur. Setidaknya dua orang Uighur tinggal di Korea saecara menetap dan menjadi nenek moyang dari dua klan Korea.

Selain itu, pada periode awal Joseon, penanggalan IsIam sudah berfungsi sebagai dasar untuk kalender yang lebih akurat dari kalender Cina yang ada. Penerjemahan Korea dari Huihui Lifa, sebuah teks yang memadukan astronomi Cina dengan astronomi Islam, dipelajari di Korea di bawah Dinasti Joseon pada masa Sejong yang Agung pada ahad ke-15. Tradisi astronomi Cina-Islam bertahan di Korea sampai awal abad ke-19. Namun, karena isolasi politik dan geografis Korea selama periode Joseon, Islam sempat menghilang di Korea dan diperkenalkan kembali pada abad ke-20.

Islam diperkenalkan ke Korea oleh Brigade Turki yang datang untuk membantu Korea selama perang. Sejak itu, Islam terus tumbuh di Korea dan diadopsi oleh kalangan penduduk asli Korea yang cukup signifikan.

Islam diperkenalkan ke Korea oleh Brigade Turki yang datang untuk membantu Korea selama perang. Sejak itu, Islam terus tumbuh di Korea dan diadopsi oleh kalangan penduduk asli Korea yang cukup signifikan.

Seoul Central Mosque

Seoul Central Mosque adalah masjid pertama di Korea Selatan adalah Seoul Central Masjid and Islamic Center yang berada di kota Itaewon. Arsitekturnya yang khas itu membuat wisatawan akan dengan mudah mengenali masjid ini. Di pintu utama terdapat tulisan ‘Allahu Akbar’ yang cukup besar.