Tifa Tour Medan



Ini Alasan Mengapa Wanita Disebut Sumber Fitnah Tifa Tour Medan

KompasNusantara – Dari Usamah bin Zaid, Rasulullah bersabda, “Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih dahsyat bagi para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Muttafaqun ‘alaih). Fitnah yang dimaksud di sini ialah ujian atau godaan. Namun, mengapa wanita disebut Rasulullah sebagai ujian dan godaan terberat bagi pria di dunia ini? Ternyata ada banyak alasan dibaliknya. Berikut di antaranya.

1. Pria diciptakan dengan tabiat menyukai wanita

Menjelaskan hadits Usamah bin Zaid di atas, Al Mubarakfury berkata, wanita menjadi fitnah berbahaya bagi pria karena adanya keumuman sifat atau tabiat pria yang sangat mencintai wanita. Padahal jika seorang sudah menyukai wanita, maka pria tersebut dapat hilang akal dan agamanya. Pria bisa terjatuh pada perkara haram seperti zina, perselingkuhan, dan pemerkosaan hanya karena daya tariknya pada wanita.

Pria pula dapat tergoda pada perkara dunia karena pasangannya. Bahkan terdapat pula peperangan yang terjadi hanya karena wanita. “Maka ujian apalagi yang lebih dahsyat darinya?” kata Al Mubarakfuri.

2. Wanita sangat indah dipandang

Ada beberapa kesenangan hidup di dunia, yakni wanita, anak, dan harta. Ketiganya selalu nampak indah dan penuh pesona di mata pria. Secara fitrah pria menyukai keindahan para wanita, tak mengenal cantik atau tidak.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14).

Dalam ayat di atas, wanita disebut pertama kali sebelum anak dan harta. Ketiganya disebut secara khusus karena menjadi fitnah yang paling dahsyat dibanding fitnah-fitnah yang lain. Ibnu Hajar bahkan menjelaskan, penyebutan wanita pada urutan pertama menunjukkan bahwa fitnah wanita adalah sumber dari segala fitnah.

3. Wanita dapat menjadi musuh

Wanita juga berpotensi menjadi musuh pria. Yakni dalam hal godaan berbuat dosa, kedzaliman, kemaksiatan, kemungkaran, dan lain sebagainya. Pria mudah terjatuh pada godaan tersebut hanya karena wanita. Hal ini disebut dalam firman-Nya,

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” (QS. At-Taghabun: 14).

Imam Mujahid memberikan satu contoh ketika wanita menjadi musuh pria dan contoh tersebut banyak terjadi di kalangan manusia. Yaitu seorang wanita membuat suaminya memutuskan tali silaturrahim. Karena kecintaan pada sang istri, suami tersebut pun tak bisa melakukan apapun kecuali menaatinya.

4. Wanita diciptakan lemah

Secara fitrah, wanita diciptakan lemah sehingga mudah goyah agamanya. Namun meski lemah, ia dapat menggoyahkan agama seorang pria. Jika itu terjadi, maka sang wanita pun menjadi fitnah besar bagi pria. Karena itulah Rasulullah selalu menasihati para pria agar membimbing istri dan anak wanita dengan sangat baik. Karena jika dibimbing dengan baik, wanita yang lemah dapat menjadi perhiasan indah yang jauh dari fitnah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Berniat dan berbuat baiklah kalian kepada para wanita. Karena seorang wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, dan sesungguhnya rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Maka apabila kamu berusaha dengan keras meluruskannya, niscaya kamu akan mematahkannya. Sedangkan bila kamu membiarkannya niscaya akan tetap bengkok. Maka berwasiatlah kalian kepada para istri (dengan wasiat yang baik).” (HR. Muttafaqun ‘alaih)

5. Godaan Wanita seperti syaithan

Hal ini disampaikan langsung oleh Rasulullah dalam hadits yang dibawakan Jabir bin Abdillah. Beliau Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya wanita itu datang dalam bentuk setan dan berlalu dalam bentuk setan pula. Apabila salah seorang kalian melihat seorang wanita (dan bangkit syahwatnya) maka hendaknya dia mendatangi istrinya, karena hal itu akan mengembalikan apa yang ada pada dirinya.” (HR. Muslim).

Imam An Nawawi menjelaskan hadits tersebut dalam Syarah Shahih Muslim, bahwa penampilan wanita mampu membangkitkan syahwat pria dan mengajak mereka pada fitnah. Sehingga wanita memiliki keserupaan dengan syaithan dalam hal mengajak kepada kemaksiatan, serta ditampakkan indah kemaksiatan itu pada seorang wanita.

Karena itulah, lantas Islam melarang berduaan dengan wanita (khalwat), bersentuhan, bercampur baur antara pria dan wanita (ikhtilath), dan lain sebagainya. Larangan ini demi menjaga wanita agar tak menjadi fitnah, dan menjaga pria agar tak terjerumus fitnah.

Itulah beberapa alasan mengapa wanita disebut sebagai fitnah bagi pria. Maka wahai wanita, masih ingin berpenampilan cantik agar dipuji teman pria? Masih suka hang out dan berpergian dengan pria non mahram? Meski pribadi merasa tak memfitnah pria manapun, tak ada yang tahu benak teman-teman pria yang melihat kecantikanmu. Karena hanya ada dua pilihan bagi wanita; menjadi fitnah atau menjadi wanita shalehah, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim).