Tifa Tour Medan



Kenshi Yonezu, Musisi Autis Berbakat asal Jepang Tifa Tour Medan

Halo readers yang tercinta, bagaimana kabarnya di saat pandemi ini? Apakah para readers punya kegiatan yang menyenangkan di rumah? Kalau belum, mungkin kalian ingin mencoba mendengarkan lagu bagus yang saya sarankan. Lagu ini dibuat oleh Kenshi Yonezu, seorang musisi autis.

Bagaimana menurut kalian lagu tersebut? Apakah menarik untuk didengar? Yuk kita mengenal lebih dekat pembuat lagu tersebut.

Kenshi Yonezu lahir pada tanggal 10 Maret 1991 di daerah pedesaan Tokushima, Jepang. Saat masih anak-anak, Yonezu merasa kesulitan berkomunikasi dengan orang lain, terutama ayahnya sendiri. Namun Yonezu merasa ibunya memahami dia. Yonezu didiagnosis memiliki autisme sesudah umur 20 tahun. Yonezu juga mempunyai sindrom Marfan. Sindrom Marfan disebabkan oleh kecacatan sebuah gen yang bertanggung jawab dalam memproduksi protein yang membantu memberi jaringan penyambung kekuatan dan elastisitas.

Peran Yonezu pertama dalam musik adalah pada tahun 2006 saat kelas 2 SMP, ketika ia membentuk band dengan temannya, Hiroshi Nakajima, yang bernama Late Rabbit Edda, untuk dimainkan saat festival budaya sekolah. Ia bekerja sebagai vokalis, penulis lagu, terkadang menjadi gitaris, sedangkan Nakajima menjadi gitaris. Pada akhir 2007, ia membuat situs web untuk band tersebut, meletakkan lirik lagu dan novel-novel pendek. Yonezu menulis lagu untuk band, dan di antara April 2008 dan Maret 2009 menunggah 24 lagu orisinil di website pembagi video Nico Nico Douga menggunakan nama Hachi. Tidak ada lagu yang banyak penontonnya. Yang paling banyak dilihat adalah Beelzebub, yang telah ditonton 23.000 kali. 

Pada Maret 2011, Yonezu dan tujuh musisi lainnya membuat Balloom, sebuah label musik independen untuk memperluas kesempatan musik mereka. Album debutnya dirilis pada tahun 2012 dengan nama Diorama dan terjual sebanyak 45.000 buah. Album tersebut adalah salah satu pemenang CD Shop Awards, sebuah penghargaan yang divote oleh personil toko musik. 

Yonezu terus naik dalam popularitas dengan merilis album Bremen pada 2015 dan Bootleg pada 2017. Didorong hit single Uchiabe Hanabi, Loser, Orion dan Peace Sign, Bootleg memenangkan Album of the Year pada 60th Japan Record Awards dan membuat Yonezu menjadi bintang nasional.

Pada 2019, Yonezu menulis lagu Machigaisagashi untuk penyanyi Masaki Suda dan memenangkan Best Pop Video pada 2019 MTV Video Music Awards Japan. Ketika Billboard Japan mempublikasikan grafik akhir tahun, Uma to Shika dan Machigaisagashi berada di ranking lima dan tujuh. Yonezu memenangkan Special Award pada 61st Japan Record Awards yang diadakan pada December 30, dan lagu Paprika memenangkan Grand Prix. Kenshi Yonezu mengadakan konser luar negeri pertama di Cina dan Taiwan pada 2019.

Bagaimana menurut para readers tentang musisi Kenshi Yonezu ini? Luar biasa bukan? Kalian bisa mendengar lagu-lagunya di channel Youtube resmi Kenshi Yonezu di link berikut:

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Kenshi_Yonezu

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/marfan-syndrome/symptoms-causes/syc-20350782