Tifa Tour Medan



Kisah Umar bin Khattab Ketika Ditanya Malaikat Munkar dan Nakir Tifa Tour Medan

KompasNusantara – Umar Bin Khattab, adalah salah satu sahabat dari Rasulullah SAW. Meski Umar bin Khattab dijamin masuk surga, tetap akan ditanya Malaikat Munkar dan Nakir.

Bagaimana Umar bin Khattab ketika ditanya malaikat Munkar dan Nakir?

Umat Islam percaya bahwa nantinya di alam kubur akan ada pertanyaan-pertanyaan dari malaikat Munkar dan Nakir, hal ini sebagai pertanggungjawaban awal manusia selama hidup di dunia.

Kedua malaikat itu di gambarkan dengan wajah yang menakutkan, hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam: “Jika mayit atau salah seorang dari kalian telah dikubur, datang dua malaikat, hitam (tubuhnya), biru (kedua matanya), satu dari keduanya bernama Al-Munkar dan yang satunya An-Nakir.” (HR Tirmidzi).

Dari penggambaran itu kita pasti sudah takut untuk melihat merek, namun ada yang berani membentak mereka siapakah manusia berani itu?

Dilansir dari channel youtube Islam Populer, Sayyidina Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu adalah sahabat yang terkemuka, beliau memiliki banyak keutamaan bahkan Rasulullah pun memujinya karena ketegasan yang dimiliki Sayyidina Umar.

Setan pun takut kepada setan bahkan tidak berani melalui jalan yang dilewati oleh Umar.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda: “Demi Allah, Zat yang diriku berada di genggaman-Nya, tiada satu setan yang menjumpaimu di salah satu yang luas, melainkan ia akan mencari jalan lain yang tidak kamu lewati.” (HR Bukhari dan Muslim).

Selain tegas Sayyidina Umar juga adalah seseorang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata diantara sahabat pada umumnya.

Umar sering mendapat Ilham dari Allah dan mengetahui tentang sesuatu yang gaib.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dari Abu Hurairah Ia berkata, bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda: “Pada umat sebelum kalian, yaitu Bani Israil terdapat sekelompok orang yang mendapat ilham dari Allah, tetapi mereka bukan kalangan Nabi. Kalau terjadi di tengah umatku, maka orang itu adalah Umar.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sebagai seorang Khalifah Umar bin Khattab juga melaksanakan dengan penuh tanggung jawab semua kebijakannya selalu ia perhatikan dampaknya.

Hal ini sesuai dengan ucapan beliau “Seandainya seekor unta mati sia-sia akibat kebijakan ku, maka saya takut kelak Allah akan meminta pertanggungjawabanku tentang kematiannya.” (Tarikhu Madinati Dimasyq)

Tak hanya di kenal tegas ketika di dunia, tapi ketika berhadapan dengan malaikat Munkar dan Nakir Sayyidina Umar tak berubah ketika Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menjelaskan tentang begitu menakutkannya malaikat Munkar dan Nakir.

Sahabat Rasulullah Sayyidina Umar bin Khattab seakan ingin melawan malaikat-malaikat tersebut.

Hal ini sesuai riwayat yang di yang tulis oleh Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam kitabnya Al-Hawi Lil Fatawi dari Al Jazuli dalam kitab Syahrur risalah. Isinya bahwa satu ketika Rasulullah berbicara kepada para sahabat perihal Munkar dan Nakir digambarkannya Munkar dan Nakir akan mendatangi seseorang mayit (mayat)di kuburan dalam bentuk yang begitu menyeramkan berkulit hitam, mengis, keras dan sifat-sifat buruk dan menakutkan lainnya, lalu kedua malaikat itu akan menanyai si mayit (mayat)

Mendengar penuturan Rasulullah itupun, Umar bin Khattab bertanya: ” Rasul, apakah saat di kuburan nanti aku sebagaimana sekarang ini?” “Ya”. Jawab Rasul, “Kalau begitu?” timpal Umar kemudian, “Demi Allah akan aku lawan kedua malaikat itu!”.

Ketika Umar meninggal dan di kuburkan, Sayyidina Ali bin Abi Tholib masih duduk di depan kuburan Umar saat orang lain sudah pergi.

Seorang sahabat pun menanyakan perilaku Ali bin Abi Tholib itu, beliau pun menjawab bahwa ia ingin tahu apa yang akan terjadi pada Umar didalam kubur.

Beliau penasaran tentang percakapan yang akan terjadi antara Umar dan malaikat Munkar dan Nakir.

Hal ini diceritakan Syekh Nawawi al-Bantani dalam Syarah Nuruz Zhalam ala Aqidatil Awam.

“Diriwayatkan bahwa sebab kelembutan malaikat Munkar dan Nakir terhadap orang beriman di alam kubur adalah ketika Sayyidina Umar bin Khattab wafat, lalu dimakamkan dan masyarakat yang mengantarkan jenazahnya meninggalkan makam, Sayyidina Ali Radhiyallahu Anhu memilih bertahan. Ia mengawasi kubur untuk mendengarkan percakapan Sayyidina Umar Radhiyallahu Anhu dari dua malaikat kubur”.

Umar bin Khattab pun di datangi oleh malaikat Munkar dan Nakir dan di tanyai pertanyaan: “Siapa Tuhanmu? Siapa Nabi mu?”. Kemudian Umar menjawab: “Hei malaikat, kau tidak sadar bertanya pada siapa? Kau bertanya siapa Tuhanku dan siapa Nabi ku? Aku selama ini berjuang bersama Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, lalu kau bertanya siapa Tuhanku dan siapa Nabi ku? Wahai malaikat, siapa Tuhanmu dan siapa Nabi mu?”.

Umar pun bertanya pada malaikat tentang wajah menyeramkan keduanya ketika mendatangi mayit, saat itupun Umar menyuruh malaikat maut untuk mengganti wajah menyeramkan seperti itu dengan wajah yang lain.

Umar berkata: “Aku Umar bin Khattab saja takut melihat wajah kalian, bagaimana dengan umat muslim lain yang lemah, ganti dengan yang lebih bagus!”.

Sejak saat itu malaikat Munkar dan Nakir pun menampilkan wajah yang lebih ramah kepada jenazah baru dari kalangan orang yang beriman karena yang dikatakan oleh Umar bin Khattab.

Sayyidina Ali pun memuji jasad Umar bin Khattab, Sayyidina Ali Radhiyallahu Anhu berkata: “Demi Allah, sahabat Umar bermanfaat untuk manusia sesama hidup dan setelah wafatnya”. (Syarah Nuruz Zhalam ala Aqidatil Awam).

Sebelumnya malaikat Munkar dan Nakir digambarkan menyeramkan, Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah Nabi Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda: “Apabila mayit atau salah seorang dari kalian sudah dikuburkan, ia akan didatangi dua malaikat hitam dan biru, salah satunya Munkar dan yang lain Nakir, keduanya berkata: Apa pendapatmu tentang orang ini (Nabi Muhammad)?, maka ia menjawab sebagaimana ia ketika di dunia: Abdullah dan Rasul-Nya, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Keduanya berkata: Kami telah mengetahui bahwa kamu dahulu telah mengatakan itu. Kemudian kuburannya diperluas 70 × 70 hasta, dan diberi penerangan, dan dikatakan: Tidurlah, Dia menjawab: Aku mau pulang ke rumah untuk memberitahu keluargaku”.

Kemudian berkata: “Tidurlah, sebagaimana tidurnya pengantin baru, tidak ada yang dapat membangunkannya kecuali orang yang paling dicintainya, sampai Allah membangkitkan nya dari tempat tidurnya tersebut”.

Apabila yang meninggal adalah orang munafik, ia menjawab: “Aku mendengar orang mengatakan aku pun mengikutinya dan saya tidak tahu”.

Keduanya berkata: “Kami berdua sudah mengetahui bahwa kamu dahulu mengatakan itu”.

Dikatakan kepada bumi: “Himpitlah dia”, maka dihimpitlah jenazah tersebut sampai tulang rusuknya berserakan, dan ia selalu merasakan azab sampai Allah bangkitkan dari tempat tidurnya tersebut. (Di hasankan oleh Al Baani dalam shahih Tirmidzi).

Kisah tentang orang beriman yang menjawab dengan jawaban seperti Umar tak sedikit, banyak ulama yang meriwayatkan kisah-kisah seperti itu, salah satunya seperti Yazid bin Harun yang sewaktu di tanya kedua malaikat tentang siapa Tuhan dan Nabinya, beliau menjawab: “Pertanyaan seperti ini diajukan kepada ku? Sementara delapan puluh tahun lamanya aku mengajarkan jawabannya kepada banyak orang”. Lalu kedua malaikat itu pergi meninggalkannya.

Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam kitabnya Al-Hawi Lil Fatawi meriwayatkan bahwa ada segolongan orang yang tidak akan ditanyai oleh malaikat Munkar dan Nakir mereka adalah Syuhada, Shiddiqin dan lainnya.[]